Jumat, 15 Desember 2017

Tim Appraisal Tetapkan Harga Tanah Lokasi Waduk Gongseng

id harga tanah, tanah Bengawan Solo, tanah Bojonegoro, UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo
Tim Appraisal Tetapkan Harga Tanah Lokasi Waduk Gongseng
Tim Pembebasan Tanah Waduk Goseng Bojonegoro, menyampaikan harga tanah kepada warga Kedungsari, Kecamatan Temayang, Selasa (19/9). (Heri Widodo/Slamet Agus Sudarmojo)
Penyampaian perhitungan harga tanah juga dihadiri tim pembebasan tanah dari BPN, Kejaksaan Negeri, juga yang lainny.
Bojonegoro, 19/9 (Antara) - Tim Appraisal atau penaksiran menetapkan harga tanah warga untuk 36 kepala keluarga (KK) warga  Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang dibebaskan untuk lokasi pembangunan Waduk Gonseng sebesar Rp75.000/meter persegi.

Camat Temayang, Bojonegoro Heri Widodo, di Bojonegoro, Selasa, menyatakan tim appraisal menyampaikan penetapan harga tanah sebesar Rp75.000/meter persegi itu dalam musyawarah bersama 36 KK warga pemilik tanah di Balai Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Selasa.

"Penyampaian perhitungan harga tanah juga dihadiri tim pembebasan tanah dari BPN, Kejaksaan Negeri, juga yang lainnya," kata dia menjelaskan.

Di dalam musyawarah itu, menurut dia, sebagian besar warga pemilik tanah sepakat menerima besarnya harga tanah yang ditetapkan tim appraisal yang ditunjuk Balai Besar Bengawan Solo di Solo, Jawa Tengah.

Namun, lanjut dia, ada sebagian masukan dari warga yang hadir bahwa kalau warga masih tidak sepakat dengan besarnya harga tanah maka warga akan memilih direlokasi di lokasi tanah yang sudah ditentukan.

Pada kesempatan itu, menurut dia, warga yang tanahnya dibebaskan menerima berkas persetujuan yang diberikan tim pembebasan tanah dan warga diberi waktu untuk menyerahkan kembali dalam sepekan.

"Kalau warga memilih direlokasi di lokasi tanah yang sudah ditentukan maka prosesnya masih panjang lagi," ucapnya seraya menambahkan besarnya anggaran untuk pembebasan tanah warga di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, lebih dari Rp11 miliar.

Selain di Desa Kedungsari, lokasi tanah warga lainnya yang dibebaskan yaitu di Desa Papringan, juga di Kecamatan Temayang, dengan luas 59 hektare, milik lebih dari 230 KK.

"Ada sebagian tanah yang dibebaskan di Desa Papringan merupakan tanah kas desa," tambahnya.

Dari data yang diperoleh saat ini pembangunan Waduk Gonseng di Kecamatan Temayang, sudah masuk tahap pembanguan bangunan pelimpas, selain pekerjaan lainnya.

Berdasarkan data teknis bahwa Waduk Gonseng merupakan bendungan timbunan batu zona inti tegak, dengan daya tampung 22,43 juta meter kubik.

Waduk yang memiliki luas genangan 433,19 hektare  mampu mengairi areal pertanian seluas 6.191 hektare di daerah irigasinya. Waduk Gonseng juga berfungsi sebagai pengendali banjir sebesar 2 juta meter kubik dan penyedia air baku sekitar 300 liter/detik. (*)

Editor: Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.1268 seconds memory usage: 0.57 MB