Jumat, 22 September 2017

UNICEF Dorong Capaian Target Imuniasi "MR" Jatim (Video)

id imunisasi, MR, campak, trenggalek, UNICEF
UNICEF Dorong Capaian Target Imuniasi
Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak (kedua kiri) didampingi istri, artis Arumi Bachsin (tengah) simbolis melakukan pengambilan sampel darah balita usai dilakukan imunisasi MR (campak dan rubela) di posyandu Desa Karanggandu, Trenggalek, Jawa Timur, Kamis (14/9). (Destyan Sujarwoko)
"Kalau secara nasional yang tahun ini fokusnya di seluruh Pulau Jawa capaiannya masih di atas 80 persen. Kami optimistis secara keseluruhan (nasional) target 95 persen bisa terpenuhi di sisa waktu yang masaih 16 hari ini," katanya.
Trenggalek (Antara Jatim) - Lembaga urusan anak internasional UNICEF mengapresiasi positif kegiatan

sosialisasi vaksin campak dan rubela (MR) di Jawa Timur yang telah

mencapai 85,93 persen dari total target sasaran sebanyak 8.468.640 jiwa,

sejak program itu diluncurkan pada 1 Agustus 2017.



"Catatan pertama, bahwa Jawa Timur sangat progresif ya. Hingga

pekan keenam, capaiannya sudah mendekati 90 persen, itu menurut data

Pusdatin. Padahal targetnya kan 95 persen dari total sasaran yang

berjumlah 8.468.640 jiwa tadi," kata Direktur UNICEF untuk Area Pulau

Jawa, Arie Rukmantara dikonfirmasi usai kunjungan sosialisasi vaksin MR

di Desa Karanggandu, Trenggalek, Jawa Timur, Kamis.



Dengan sisa waktu pelaksanaan program imunisasi MR tahap pertama di

seluruh wilayah pulau Jawa yang akan berakhir pada 31 September, Arie

mengaku optimistis sisa sasaran sosialisasi vaksin campak dan rubela di

38 kabupaten dan se-Jatim bisa tercapai.



Diperkirakan, masih ada sekitar satu juta balita hingga remaja usia

maksimal 15 tahun di Jatim yang belum tersentuh program imunisasi MR

tersebut.



Karenanya, Arie sangat berharap seluruh petugas kesehatan yang

tersebar di 38 kabupaten/kota se-Jatim ini untuk bergerak cepat di sisa

waktu 16 hari sehingga target capaian 95 persen dari total sasaran bisa

terpenuhi.



Data Pusdatin sebagaiman disodorkan UNICEF, per-11 September

capaian imunisasi MR di Jatim telah tembus 7.277.421 jiwa untuk kelompok

usia mulai 9 bulan hingga 15 tahun.



Secara prosentase, capaian kegiatan sosialisasi vaksin MR Jatim

secara nasional menjadi tertinggi kedua setelah Jawa Tengah yang dalam

periode sama telah mencapai 86,42 persen, yakni tercapai 6.774.852 jiwa

dari total target sasaran sebanyak 7.839.325 balita hingga remaja.



"Kalau secara nasional yang tahun ini fokusnya di seluruh Pulau

Jawa capaiannya masih di atas 80 persen. Kami optimistis secara

keseluruhan (nasional) target 95 persen bisa terpenuhi di sisa waktu

yang masaih 16 hari ini," katanya.



Untuk mendorong percepatan capaian target itu, lanjut Arie, UNICEF

bersama jajaran terkait aktif melakukan kunjungan lapangan (site visit)

ke daerah-daerah yang dianggap mengalami tantangan berat dalam mencapai

sukses imunisasi campak rubela.



Salah satunya adalah di Trenggalek, dimana UNICEF berkoordinasi

dengan pemerintah daerah setempat dan melakukan kunjungan lapangan di

pelaksanaan program imunisasi MR di salah satu posyandu Desa

Karanggandu, Kecamatan Waktulimo.



Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak didampingi istri Arumi

Bachsin turut hadir dalam program site visit tersebut dan keduanya aktif

berkomunikasi dengan puluhan warga serta terlihat dalam pelaksanaan

vaksinasi terhadap sejumlah balita yang jadi sasaran program imunisasi.



"Hari ini capaian program vaksinasi MR di seluruh wilayah

Trenggalek alhamdulillah sudah mencapai 95,18 persen. Total sasaran kami

sebanyak 136.324 jiwa dan per kemarin data dinkes sudah tercapai

129.753 jiwa," kata Emil dikonfirmasi usai meninjau pelaksanaan program

imunisasi MR di Desa Karanggandu, Watulimo.



Selain Trenggalek yang sudah melewati target 95 persen, kata Arie,

pihaknya semakin optimistis karena sudah ada sejumlah daerah yang

pelaksanaan program imunisasi MR-nya sudah mencapai 100 persen, seperti

Tulungagung, Mojokerto, Kota Madiun dan Kota Kediri.



Sementara untuk daerah-daerah yang capaian masih tergolong rendah

di kisaran 55-70 persen seperti Kabupaten Lumajang, Pacitan, Blitar dan

Pamekasan pihak UNICEF bersama Kementerian Kesehatan akan aktif

melakukan kunjungan lapangan demi mendorong percepatan capaian sesuai

target daerah masing-masing. (*)
Video oleh: Destyan H Sujarwoko
 

Editor: Endang Sukarelawati


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0088 seconds memory usage: 0.6 MB