Rabu, 18 Oktober 2017

Ahli Gizi: Kenali Bahan Diet Rendah Karbohidrat

id Rumah Sakit Husada Utama, Ahli Gizi, Diet Rendah Karbohidrat
Ahli Gizi: Kenali Bahan Diet Rendah Karbohidrat
Ahli Gizi RS Husada Utama, Titik Jayanti, AmdGz. (Ist)
Surabaya (Antara Jatim) - Bagi sebagian oorang salah satu upaya yang bisa didilqkuka untuk menurunkan berat badan adalah dengan cara berolah raga. Selain itu, itu juga bisa dilakukan dengan cara diet atau mengurangi menu asupan makanan tertentu.

Seperti yang diungkapkan oleh Ahli Gizi RS Husada Utama, Titik Jayanti, AmdGz, yang mengatakan diet rendah karbohidrat biasa di kenal juga dengan sebutan diet energi rendah adalah diet yang kandungan energinya dibawah kebutuhan normal, cukup vitamin dan mineral serta banyak mengandung serat yang bermanfaat dalam proses penurunan berat badan.

"Diet ini membatasi makanan yang menngandung padat energi misalnya kue yang mengandung karbohidrat sederhana dan lemak serta goreng-gorengan," katanya saat dikonfirmasi di Surabaya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, sebelum melakukan diet rendah karbohidrat ini, terlebih dahulu harus mengetahui bahan apa saja yang dianjurkan atau tidak agar diet berjalan aman dan sehat.

"Ada beberapa bahan yang dianjurkan yakni sumber karbohidrat komplek seperti nasi, jagung, ubi, talas, kentang dan sereal. Sumber protein hewani, daging tidak berlemak, ayam tanpa kulit, ikan, telur, daging asap, susu dan keju rendah lemak," katanya.

Selain itu, kata dia, sumber protein nabati, tempe, tahu, susu kedelai, kacang-kacangan yang diolah tanpa digoreng atau menggunakan santan kental serta sayuran yang banyak mengandungan serat dan diolah tanpa menggunakan santan kental berupa sayur rebus, tumis dengan santan encer atau lalapan.

"Sedangkan untuk buah-buahan, semua buah terutama buah yang mengandung banyak serat. Ada juga lemak, minyak tak jenuh tunggal atau ganda seperti minyak kelapa sawit, minyak kedelai dan minyak jagung yang digunakan tidak untuk menggoreng," katanya.

Dalam diet ini, kata dia,ada beberapa bahan yang tidak dianjurkan yaitu karbohidrat sederhana, seperti gula pasir, gula merah, sirup, kue yang mengandung manis dan gurih.

"Sumber protein hewani, daging berlemak, daging yang diolah dengan santan kental, di goreng, jerohan, susu full cream, susu kental manis. Sumber protein nabati, kacang-kacangan yang diolah dengancara digoreng atau dengan menggunakan santan kental," ujarnya.

Menurutnya, pola hidup sehat adalah melakukan hal-hal yang banyak mendatangkan manfaat bagi tubuh. Hal ini bukan hanya terkait dengan makanan yang mengandung gizi tinggi tapi juga berkenan dengan melakukan olahraga secara rutin.

"Karbohidrat diperlukan tubuh untuk menghasilkan energi namun masih banyak orang yang tidak sadar telah mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat secara berlebihan yang tentu berdampak pada meningkatnya gula darah. Berbagai penyakit akan datang bila kadar gula darah sudah tidak lagi normal," katanya.

Diabetes, kata dia,  adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh tingginya kadar gula darah yang mana hal ini dipicu oleh asupan karbohidrat secara berlebihan. Sehingga, ini merupakan alasan mengapa diet rendah karbohidrat dirasa penting.

Ia mengatakan, asupan karbohidrat tentu perlu dijaga keseimbangannya agar tubuh mendapatkan manfaat yang semestinya. Terkait dengan diet rendah karbohidrat, banyak orang yang berfikir negatif karena hal ini terkait dengan pembatasan makanan.

"Sebenarnya tidak juga karena banyak sekali macam diet yang bisa dilakukan untuk menekan asupan karbohidrat. Artinya untuk mengurangi konsumsi karbohidrat masih bisa dinikmati atau dengan kata lain ada yang tidak menyiksa," katanya.

Ia menjelaskan, karbohidrat banyak terkandung pada makanan seperti tepung terigu, nasi, ubi-ubian, kentang dan lain-lain. 

"Bukan berarti seseorang tidak boleh mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat karena zat ini jelas diperlukan tubuh untuk menghasilkan energi. Yang perlu adalah melakukan diet rendah karbohidrat amat penting agar badan mengkonsumsi hanya sejumlah yang diperlukan," katanya. (*)

Editor: Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0672 seconds memory usage: 0.58 MB