Rabu, 18 Oktober 2017

Pekerja Budaya Budayakan Anak Nyanyi Lagu Anak

id anak nyanyi, nyanyi budaya, budaya Madiun, Lomba Nyanyi, Lagu Anak
Pekerja Budaya Budayakan Anak Nyanyi Lagu Anak
Peserta menyanyikan lagu ‘Aku Senang Bisa Jujur’ saat mengikuti lagu anak di Lapangan Gulun Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu (27/8). (Antara Jatim/Siswowidodo)
Madiun (Antara Jatim) - Aktivis Jaringan Pekerja Budaya menggelar lomba menyanyi lagu anak berjudul 'Aku Senang Bisa Jujur' bagi anak-anak usia lima hingga sembilan tahun di Lapangan Gulun, Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu (27/8).

Jaringan Pekerja Budaya yang dimotori seniman, budayawan sekaligus sastrawan Harry Tjahjono ingin membudayakan kembali anak-anak menyukai lagu bertema anak-anak. Itulah makanya Harry Tjahjono bersama anaknya, Harry Krisna Triastantya menciptakan lagu 'Aku Senang Bisa Jujur' yang dilombakan untuk anak-anak tersebut, dengan harapan lagu bertema anak-anak dan kejujuran tersebut bisa pupuler.

"Kalau lagu 'Aku Senang Bisa Jujur' itu bisa menjadi lagu pelengkap Nina Bobo, paling tidak itu bisa gunakan untuk menanamkan nilai kejujuran kepada anak sejak dini," ujar Harry Tjahjono di sela-sela lomba menyanyi yang diikuti 25 anak.

Lagu Nina Bobo yang sudah terlalu lama didendangkan kaum ibu, untuk menidurkan anak-anak. "Dalam syair lagu itu 'kan ada kalimat 'digigit nyamuk' yang bisa menakut-nakuti anak balita. saya berpikir apakah tidak bisa lagu itu digantikan syairnya yang lebih positif, kemudian saya buatkan lagu bersama anak saya. saya bikin lagu 'Aku Senang Bisa Jujur'." katanya

Dalam waktu dekat, Harry akan menggelar lomba menyanyikan lagu anak-anak 'Aku Senang Bisa Jujur' tersebut untuk ibu-ibu di tempat yang sama."Dalam waktu dekat, saya akan gelar lomba untuk ibu-ibu juga di tempat ini. Saya juga akan menawarkan kepada penyanyi Yuni Shara agar menyanyikan lagu tersebut. Saya sudah hubungi Yuni melalui pesan lewat WA namun belum dijawab, saya yakin dia mau," kata Harry berharap.

Harry mengatakan kegiatan lomba menyanyi lagu anak tersebut juga mrupakan gerakan budaya yang dia rintis sejumlah aktivis seperti Arswendo Atmowiloto, Butet Kertaradjasa, Roy Marten, Sys NS dan para aktivis lain.

"Kegiatan budaya di Madiun ini untuk membangun Indonesia tanah air kejujuran. Jadi memang saya sengaja memulainya dari lokal, tidak dari Jakarta. Karena kalau dari Jakarta pasti banyak ribetnya," ujar Harry. (*)

Editor: Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0962 seconds memory usage: 0.58 MB