Rabu, 18 Oktober 2017

Kota Madiun Siap Kerja Bersama Membangun Indonesia

id Kota Madiun Siap Kerja Bersama Membangun Indonesia, HUT upacara Kemerdekaan RI ke-72, upacara detik-detik proklamasi upacara Kemerdekaan RI ke-72, paskibraka kota madiun, paskibraka madiun, paskibraka kota madiun 2017, indonesia merdeka, Indonesia kerja bersama, kota madiun, Pemkot Madiun
Kota Madiun Siap Kerja Bersama Membangun Indonesia
Tarisa Aliya sang pembawa baki bendera dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Madiun tahun 2017 saat menerima Bendera Merah Putih pada upacara pengibaran bendera Kemerdekaan RI ke-72 di Alun-Alun Kota Madiun, Kamis (17/8), dari Inspektur Upacara sekaligus Wakil Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto. (Foto Dinas Kominfo Kota Madiun)
Madiun (Antara Jatim) - Wakil Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto menyatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun siap untuk kerja bersama guna membangun Indonesia menjadi lebih baik dan maju.

Hal itu sesuai dengan tema nasional yang diusung pemerintah pada HUT Ke-72 Kemerdekaan RI tahun 2017, yakni "Indonesia Kerja Bersama". 

"Saat ini seluruh elemen masyarakat, terutama dari unsur pemerintah, termasuk juga Pemkot Madiun, harus terus berjuang untuk kemakmuran seluruh warganya demi membangun Indonesia," ujar Sugeng Rismiyanto dalam kegiatan resepsi kenegaraan dan tasyakuran memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-72 tahun 2017, tanggal 17 Agustus di halaman Balai Kota Madiun.

Dalam kegiatan tersebut, selain meminta seluruh jajaran Pemkot Madiun lebih giat dan bekerja sama membangun Indonesa, juga meminta warga Kota Madiun untuk memaknai kemerdekaan dengan menghargai kebhinekaan.

Selain itu, jika biasanya malam resepsi diisi pelepasan pasukan paskibraka menjadi purna-paskibraka, pada tahun ini kegiatan tersebut juga diputar video tentang keberhasilan pembangunan dan penghargaan skala nasional yang telah berhasil diraih oleh Pemkot Madiun. 

Di antaranya pembangunan di bidang pedidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, dan lingkungan hidup. Sedangkan penghargaan nasional yang diraih tahun ini di antaranya adalah Piala Adipura tahun 2017. 

"Kota Madiun sudah berhasil mendapatkan berbagai penghargaan tingkat nasional, sebagai apresiasi atas pembangunan yang terjadi di kota tercinta kita ini," kata Sugeng.

Menurutnya, penghargaan yang berhasil diraih oleh Pemkot Madiun itu tidak lepas dari kerja sama serta andil yang dilakukan baik pemerintah maupun warga Kota Madiun.

"Karena itu, kita harus terus meningkatkan SDM warga Kota Madiun. Baik melalui sektor formal maupun informal. Sebab, kita ini bukan daerah penghasil sumber daya alam, sehingga SDM yang harus kita dongkrak," jelas dia.

Resepsi kenegaraan dan tasyakuran merupakan puncak dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Madiun yang berlangsung sejak tanggal 15-17 Agustus 2017.
 
Pada tanggal 15 Agustus diselenggarakan pengukuhan anggota Paskibraka Kota Madiun tahun 2017 di Gedung Diklat Kota Madiun dan tanggal 16 Agustus diselenggarakan renungan malam di Taman Makam Pahlawan Kota Madiun.

Kemudian tanggal 17 Agustus dilaksanakan upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI, upacara penurunan bendera, dan resepsi kenegaraan pada malam harinya di Balai Kota Madiun. 

Berlangsung Khidmat
Sementara, upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI dan penurunan bendera dalam rangka memperingati HUT Ke-72 Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2017 di Alun-Alun Kota Madiun berlangsung lancar dan khidmat.

Upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi dan penurunan bendera, masing-masing diikuti oleh sebanyak 1.581 peserta dan 1.665 peserta yang berasal dari unsur TNI, Polri, PNS, mahasiswa, dan siswa. 

Dalam upacara tersebut, bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Wakil Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto, Komandan Upacara adalah Mayor Inf Meina Helmi, dan pembaca salinan teks proklamasi adalah Ketua DPRD Kota Madiun Istono.

Hadir sebagai undangan para anggota Forpimda Kota Madiun, anggota DPRD Kota Madiun, SKPD Pemkot Madiun, BUMD, Veteran, tokoh masyarakat, guru, dan keluarga anggota Paskibraka.

Sedangkan petugas pembawa baki bendera pada upacara pengibaran adalah Tarisa Aliya Dwi Fitra yang merupakan siswi SMA Negeri 5 Madiun. Petugas pengibar bendera Merah Putih adalah Haris Dwi Priambudi siswa dari SMA Negeri 1 Kota Madiun, Ardyan Dwi Subagyo siswa SMA Neger 1 Kota Madiun, dan Aldo Ramadhan dari SMA Negeri 6 Kota Madiun.

Sedangkan petugas pembawa baki bendera pada upacara penurunan adalah Aprilia Laila Kusumawardani yang merupakan siswi dari SMA Negeri 1 Kota Madiun. Petugas penurunan bendera Merah Putih adalah Alvin Rachman Septiandri siswa dari SMA Negeri 3 Kota Madiun, M. Septian Nurul Huda siswa dari MAN 1 Kota Madiun, dan Alfian Ahsani Nasrulloh siswa dari MAN 2 Kota Madiun.

Para anggota Paskibraka tersebut merasa senang dan bersyukur karena beban berat tugas mereka telah selesai dilakukan dengan baik.

"Saya bersyukur, bangga, sekaligus senang. Semua tugas kami selesai dengan baik," ungkap anggota Paskibraka Kota Madiun tahun 2017 yang bertugas membawa baki bendera, Tarisa Aliya.

Ia mengatakan untuk berhasil melakukan tugas, ia dan timnya telah berlatih keras selama sebulan terakhir. Mereka dilatih oleh anggota TNI dan Polri secara semi militer.

Hal lain dirasakan Aldo sang pengibar bendera pada upacara pengibaran bendera. Ia mengaku sempat takut, namun dengan keyakinan yang ia miliki, ia optimistis dapat menunaikan tugas dengan baik.

"Seperti teman–teman yang lain, kami sebenarnya merasa "deg-degan". Tetapi, karena ada motivasi dari teman-teman, maka kami tetap semangat dan Alhamdulillah kami bisa melaksanakannya," ujar Aldo.

Tim Paskibaka tahun 2017 tersebut juga berharap Negara Indonesia menjadi lebih baik di masa kini dan mendatang. 

"Semoga Indonesia lebih maju, rakyatnya lebih sejahtera, tidak ada korupsi, dan tidak ada konflik satu sama lain," tambah Aldo. 

Upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI diakhiri dengan penampilan aubade dari SMA Negeri 4 Kota Madiun yang menampilkan lagu berjudul Nasi Pecel Madiun, Simfoni (Chrisye), dan Tanah Airku. Kemudan dilanjutkan dengan tarian berjudul "Bersatu dengan Jengger" dan ditutup dengan "Colone" Senapan dari Secata Rindam V/Brawijaya.

Sedangkan upacara penurunan bendera ditutup dengan tarian dan nyanyian lagu dari siswa SMP Negeri 4 dan SMP Negeri 5 Kota Madiun. (*)

Editor: Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.015 seconds memory usage: 0.61 MB