Senin, 27 Februari 2017

Lamongan akan Lakukan Penataan Distribusi Cabai

id Cabai, Antara, Jatim, Naik, Lamongan
Lamongan akan Lakukan Penataan Distribusi Cabai
ILUSTRASI - Penjual cabai rawit di Pasar Tanjung Jember (fOTO : Zumrotun Solichah)
Lamongan ini sebenarnya juga melimpah dengan hasil panen cabai. Kemarin, saya sudah melihat langsung petani kita sedang panen cabai di wilayah Solokuro. Jika kita bisa menjaga rantai distribusi cabai di wilayah Lamongan tentu fluktuasi harga tidak akan terjadi
Lamongan, (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur berencana akan menata distribusi cabai untuk menstabilkan harga di wilayah setempat, sebab harga cabai di wilayah itu mengalami fluktuasi meski beberapa wilayahnya sedang mengalami panen.

Bupati Lamongan Fadeli, di Lamongan Selasa mengaku telah meminta Direktur Perusahaan Daerah (PD) Pasar Lamongan Djoko Purwanto untuk menata rantai distribusi dengan menjual hasil panen cabai petani Lamongan ke wilayah setempat saja, agar fluktuasi harga bisa lebih dikontrol.

"Lamongan ini sebenarnya juga melimpah dengan hasil panen cabai. Kemarin, saya sudah melihat langsung petani kita sedang panen cabai di wilayah Solokuro. Jika kita bisa menjaga rantai distribusi cabai di wilayah Lamongan tentu fluktuasi harga tidak akan terjadi," katanya.

Ia mengatakan, berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Lamongan total luasan panen cabai mencapai 3.555 hektar dengan produksi sementara sebesar 37.240 kuintal, sedangkan luas panen cabai tahun 2015 tercatat 3.550 hektar dengan produksi mencapai 43.699 kuintal.

Terkait harga cabai di pasar Lamongan, Fadeli menyebut cenderung menunjukkan tren penurunan meski sempat naik menjadi Rp94.500 per kilogram, namun kemudian turun menjadi Rp80 ribu per kilogram.

Fadeli mengatakan, naik turunnya harga cabai di wilayah setempat akibat beberapa pedagang mengambil pasokan cabai dari luar daerah, sehingga harga mengikuti pasar luar.

"Hasil pantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan pekan pertama, harga cabai jenis rawit di Pasar Mantup dan Babat dijual sebesar Rp85 ribu per kilogram. Naik dari harga sebelumnya yang di kisaran Rp65 ribu per kilogram," katanya.

Sedangkan untuk harga di tingkat petani, kata Fadeli rata-rata sebesar Rp70 ribu per kilogram untuk kualitas bagus.

Untuk itu, Fadeli mengaku akan terus mengawal pertanian Lamongan agar semakin berkembang, dan tidak hanya untuk komoditas jagung yang sudah dibuatkan kawasan modern terintegrasi, namun untuk komoditas lainnya, termasuk cabai.(*)

Editor: Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.1444 seconds memory usage: 0.58 MB