Kamis, 23 Februari 2017

Disperinaker Bojonegoro Minta Perusahaan China Melaporkan Perizinan

id UMK 2016 Bojonegoro, UMK 2017, Dewan Pengupahan Bojonegoro, Disnakertransos Bojonegoro, upah buruh, upah umum pedesaan (UUP) 2016., pekerja, tenaga kerja lokal, tenaka kerja asing (TKA),
Disperinaker Bojonegoro Minta Perusahaan China Melaporkan Perizinan
Sejumlah pekerja antre mendaftar melamar di sebuah perusahaan yang mencari pekerja di Kantor Disperinaker Bojonegoro. (Slamet Agus Sudarmojo)
"Kami sudah meminta Manajemen PT China Asia Happy Word di Desa Plesungan, Kecamatan Kapas, untuk segera melaporkan berbagai persyaran usaha," kata Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Penempatan Ketenagakerjaan Disperinaker Bojonegoro Imam WS., di Bojonegoro, Selasa.
 Bojonegoro (Antara Jatim) - Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meminta peruhaan China yang bergerak sebagai distributor es krim di Desa Plesungan, Kecamatan Kapas, untuk segera melaporkan berbagai perizinan usaha.                   

"Kami sudah meminta Manajemen PT China Asia Happy Word di Desa Plesungan, Kecamatan Kapas, untuk segera melaporkan berbagai persyaran usaha," kata Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Penempatan Ketenagakerjaan Disperinaker Bojonegoro Imam WS., di Bojonegoro, Selasa.

Ia mengaku bersama dengan Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja, Trasmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur di Bojonegoro telah mengecek ke lokasi distributor es krim di Desa Plesungan, Kecamatan Kapas, Senin (9/1).

Pengecekan ke lokasi, katanya, dilakukan karena ada masukan dari masyarakat bahwa ada sebuah perusahaan di Desa Plesungan, Kecamatan Kapas, yang mempekerjakan empat tenaga kerja asing (TKA) asal China.

"Perusahaan itu beroperasi di desa setempat sejak September 2016. Dari hasil pengecekan tidak ada empat TKA asal China, tetapi pemilik distributor es krim PT China Asia Happy Word itu warga negara China," jelas dia.

Hanya saja, kata dia, ketika itu pemiliknya sedang tidak ada di tempat, tetapi menetap di Surabaya.

"Dari keterangan petugas di lokasi katanya perusahaan itu sudah mengurus perizinan di Badan Perizinan pemerintah kabupaten (pemkab), tetapi belum keluar," jelas dia.

Oleh karena itu, pihaknya meminta Manajemen PT China Asia Happy Word yang bergerak sebagai distributor es krim merek Aice di daerahnya itu untuk segera melengkapi dan melaporkan berbagai persyaratan perizinan usaha.
 
Selain itu, lanjut dia, juga melengkapi persyaratan lainnya, antara lain, menyertakan paspor, visa, juga yang lainnya karena pemilik perusahaan distributor es krim warga negara China.

"Pekerja di lokasi tidak ada yang hapal nama lengkap pemiliknya. Pekerja biasanya memanggil Pak Yang," ucapnya.

Sesuai keterangan yang diperoleh, katanya, perusahaan itu mempekerjakan sekitar 35 tenaga kerja lokal.

"Tenaga kerja yang dipekerjakan semuanya lokal tidak ada yang dari luar," ucapnya, menegaskan.

Seorang warga Kelurahan Sumbang, Kecamatan Kota, Bojonegoro Tony Ade Irawan, menjelaskan pernah memperoleh es krim Aice ketika perusahaan itu mempromosikan produknya di tepi jalan raya di dekat rumahnya.

"Rasa es krimnya lumayan. Saya memperoleh tujuh es krim gratis dengan berbagai aneka rasa," tambahnya. (*)

Editor: Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0084 seconds memory usage: 0.58 MB