Gubernur Jatim Siapkan Evaluasi Program SKPD

id pemprov jatim, evaluasi program skpd, gubernur Jatim
Gubernur Jatim Siapkan Evaluasi Program SKPD
Gubernur Jawa Timur Soekarwo memberikan arahan kepada sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat apel di halaman Kantor Gubernur Jatim, Surabaya, Jawa Timur. (Foto Didik Suhartono)
Pekan ini saya minta semua kepala SKPD melakukan presentasi program kerjanya, jika tidak produktif, akan saya coret dan dipindah ke program yang lebih produktif.
Surabaya (Antara Jatim) - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyiapkan evaluasi terhadap program-program di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi setempat.

"Pekan ini saya minta semua kepala SKPD melakukan presentasi program kerjanya, jika tidak produktif, akan saya coret dan dipindah ke program yang lebih produktif," ujarnya ketika dikonfirmasi wartawan di Surabaya, Senin.

Langkah tersebut, kata dia, sebagai upaya mencari solusi atas himpitan krisis sekaligus mengantisipasi semua kemungkinan yang terjadi, salah satunya adalah jika ada pemotongan dana alokasi umum dan dana alokasi khusus, seperti yang pernah terjadi pada 2016.

Pakde Karwo, sapaan akrabnya, menyampaikan pada 2017 ini Pemprov akan berkonsentrasi pada pengembangan pertanian yang sejalan dengan masukan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia, yakni pemerintah harus memprioritaskan pembangunan yang mayoritas digeluti masyarakat.

"Maka program kerja yang harus didorong adalah mata pencarian masyarakat Jatim, yaitu pertanian," ucapnya.

Mantan Sekdaprov Jatim itu menjelaskan, produksi pertanian di Jatim sebanyak 36 persen dari nasional, tetapi hanya 14 persen yang masuk dalam Pendapatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim sehingga sektor pertanian akan lebih ditingkatkan.

Sebelum seluruh Kepala SKPD melakukan presentasi, lanjut dia, pada minggu lalu ia juga telah menggelar rapat membahas pengembangan pertanian ini. 

Tak itu saja, konsentrasi untuk menggenjot produksi pangan telah disiapkan secara matang, termasuk menginstruksikan agar penganggaran yang sifatnya tak mendesak untuk ditunda dahulu.

"Sebab, hampir setiap tahun lahan pertanian di Jatim berkurang 1.100 hektare dan ini sangat memerlukan upaya penanganan maksimal terhadap produksi pertanian," katanya. (*)

Editor: Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0258 seconds memory usage: 0.58 MB