Senin, 27 Maret 2017

Wagub Jatim Minta Selidiki Kepastian Penyebab Banjir Pasuruan

id pemprov jatim, wagub jatim, gus ipul, banjir, pasuruan
Wagub Jatim Minta Selidiki Kepastian Penyebab Banjir Pasuruan
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf didampingi sejumlah perangkat Kabupaten Pasuruan saat meninjau Sungai Surak di Pasuruan, Jumat (6/1). (Foto Fiqih Arfani)
Pemkab Pasuruan dan pihak terkait harus mencari tahu kepastian penyebab banjir ini agar tak terulang kembali
Pasuruan (Antara Jatim) - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf meminta untuk menyelidiki kepastian penyebab banjir bandang yang terjadi akibat luapan Sungai Surak hingga menggenangi rumah di Kabupaten Pasuruan.

"Pemkab Pasuruan dan pihak terkait harus mencari tahu kepastian penyebab banjir ini agar tak terulang kembali," ujarnya di sela meninjau Dusun Kertosari, Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari, Pasuruan, Jumat.

Orang nomor dua di Pemprov Jatim tersebut mengaku heran karena baru kali ini luapan Sungai Surak meluber ke jalan hingga menerjang rumah-rumah warga, bahkan merusak jalan desa.

"Ada tren yang memang aneh karena biasanya tidak terjadi seperti ini, tapi sekarang terjadi," ucap Gus Ipul, sapaan akrabnya.

Wagub Jatim mengaku telah mendengar dari sebuah sumber bahwa aliran-aliran yang biasanya basah, tapi sekarang kering sehingga perlu dicari dan belum bisa memastikan penyebabnya.

Tak itu saja, mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal tersebut juga meminta kepastian apakah ada pengalihan fungsi di daerah atas atau dataran lebih tinggi.

Hanya, kata dia, volume air hujan cukup besar, kemudian jembatan tertutup oleh material, terutama material dari jembatan bambu yang terbawa arus dari atas dan airnya cukup deras.

"Ini memang masih dicari, tapi ke depan harus bisa ditangani dengan baik, antara lain pembicaraan Bupati Pasuruan dengan Bupati Malang agar membuat satu usaha bersama mengatasi masalah yang mungkin ditimbulkan akibat alih fungsi," katanya.

Selain itu, lanjut dia, Pemprov Jatim mengaku fokus terhadap alur Sungai Surak dengan melakukan perbaikan dan langkah konkret, salah satunya memperbaiki pelengsengan jika ada yang rusak.

"Semoga ke depan tidak terjadi lagi, dan kami bersyukur karena dampak yang dilihat tidak sekeras sepeti derasnya aliran sungai seperti video menyebar atau telah viral," katanya.

Banjir terjadi bermula dari hujan intensitas tinggi 127 milimeter di wilayah Gunung Arjuno dan air mengalir di sepanjang Sungai Surak di Desa Kertosari sisi kiri Jalan Raya Malang-Surabaya pada Kamis (5/1) pukul 14.15 WIB. (*)

Editor: Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0312 seconds memory usage: 0.58 MB