Sabtu, 21 Januari 2017

Dinsosnakertrans : Baru Lima KK Warga Semampir Ambil Uang Kerahiman

id Dinsosnakertrans Kediri, Baru Lima KK, yang Mengambil, Uang Kerahiman, pemkot kediri, bekas lokalisasi semampir
Dinsosnakertrans : Baru Lima KK Warga Semampir Ambil Uang Kerahiman
Petugas memasukkan barang-barang milik warga yang tinggal di semampir, Kota Kediri, Jawa Timur, sebelum bangunan di tempat tersebut dihancurkan, Kamis (15/12). (foto Asmaul Chusna)
"Dari kemarin siang hingga kini masih lima KK, yang lainnya belum. Mungkin masih konsentrasi untuk evakuasi ini, yang jelas posko tetap di kelurahan,"
Kediri (Antara Jatim) - Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Kediri, Jawa Timur, Dewi Sartika menyebut saat ini baru lima dari 258 kepala keluarga (KK) yang menempati lahan pemerintah kota di bekas lokalisasi Semampir mengambil uang kerahiman atau bantuan.
     
"Dari kemarin siang hingga kini baru lima KK, yang lainnya belum. Mungkin masih konsentrasi untuk evakuasi. Yang jelas posko tetap di kelurahan," katanya di Kediri, Kamis.
     
Ia mengatakan, dari lima KK yang sudah mengajukan surat permohonan itu, dua di antaranya mendapatkan tambahan bantuan dengan nominal maksimal Rp5 juta per KK. Uang tambahan itu diberikan selain dari uang kerahiman sebesar Rp2,5 juta per KK.
     
Dewi menyebut, warga tersebut sengaja diberikan tambahan uang bantuan, sebab mereka belum mempunyai rumah sendiri. Uang tambahan itu sebagai bantuan untuk mengontrak rumah.
     
Menurut dia, saat ini petugas memang mengevakuasi seluruh isi barang dan orang yang tinggal di tempat tersebut. Seluruh barang milik warga dibawa ke kantor kelurahan, sedangkan untuk orangnya ditempatkan di tenda darurat.

"Untuk yang belum punya kontrakan, kami tempatkan di tenda pengungsian lapangan semampir. Nanti, jika sudah punya kontrakan, barang kami antar," ujarnya.
     
Proses evakuasi tersebut berjalan dengan tertib, berbeda dengan rencana evakuasi pada akhir pekan lalu. Saat itu, warga menolak, bahkan polisi menyita bambu runcing serta bom molotov.
     
Petugas sebelumnya juga melakukan pembersihan seluruh barang milik warga. Barang itu diangkut menggunakan truk milik Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Kediri. 
     
Setelah proses evakuasi barang dan orang selesai, petugas menggunakan alat berat mulai meratakan seluruh bangunan di bekas lokalisasi semampir tersebut. Bangunan-bangunan tersebut dihancurkan rata dengan tanah.
     
Aksi penghancuran bangunan tersebut tetap dilakukan dengan kawalan yang ketat dari aparat, baik dari kepolisian, maupun TNI. Mereka bahkan mengenakan senjata lengkap, mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
     
"Jumlah personel untuk pengamanan sebanyak 800. Jumlah itu masih ditambah dengan petugas dari Satpol PP," kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar.
     
Pihaknya menambahkan, pengamanan yang dilakukan bersifat preventif, namun pihaknya tidak segan jika ada oknum yang dinilai melakukan tindakan provokatif. (*)

Editor: Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga

Generated in 0.0098 seconds memory usage: 0.58 MB