Rabu, 18 Oktober 2017

Berkunjung ke Kampung Herbal di Surabaya

id kampung herbal, surabaya, genteng candirejo, pertanian, belimbing wuluh, jahe
Berkunjung ke Kampung Herbal di Surabaya
Seorang pengunjung menikmati minuman herbal di kampung Genteng Candirejo, Surabaya. (Hesty Putri Utami/16/emy)
Belimbing wuluh mampu kami olah menjadi minuman langsung minum, sirup, manisan, selai dan madumongso dalam sekali olahan
Menikmati suasana metropolitan Surabaya dengan gemerlap lampu kotanya di malam hari ataupun menikmati panasnya Kota di siang hari, perlu juga berkunjung untuk menikmati Kota Pahlawan dari sisi kearifan lokal tanamannya yang diolah menjadi racikan herbal siap saji.

Untuk ke sana bisa dijangkau dari arah Pasar Genteng ke utara sekitar 30 meter, kemudian masuk gang Genteng Muhamadiyah di barat jalan dan ikuti arah sesuai jalan sampai menemukan pertigaan, ambil arah ke selatan sekitar 200 meter di sebelah barat jalan.

Di situ akan bertemu gapura bertuliskan Jalan Genteng Candirejo, nah disitulah sentra herbal Surabaya berada. Suasananya disejukkan dengan pemandangan hijau dari pohon dan buah belimbing wuluh di setiap rumah warga di sepanjang Jalan Genteng Candirejo itu.

Mulai tahun 2008, Genteng Candirejo dibina oleh Dinas Pertanian Kota Surabaya untuk memelihara tanaman seperti kunyit, jahe, buah naga dan belimbing wuluh.

Selain itu, ibu rumah tangga yang berada di kawasan ini diberikan pelatihan oleh Dinas Pertanian untuk membuat olahan dari bahan yang sudah ada dan hadirlah minuman herbal seperti jamu dan sirup dari tanaman sekitar.

Kampung ini mulai dilihat potensinya oleh Disperindag Kota Surabaya sebagai kampung yang mampu memproduksi olahan herbal dan mulailah sedikit demi sedikit ibu-ibu dengan tangan kreatifnya membuat olahan minuman dan makanan dari bahan herbal.

Berkunjung ke kampung sejuk ini seakan mengesampingkan suasana ramai Kota Surabaya, apalagi dengan menghabiskan minuman sehat racikan khas ibu-ibu kreatif di kampung itu.

Pengunjung akan disuguhi dengan sembilan varian minuman yang terbuat dari tanaman khas Indonesia dari belimbing wuluh, rosela, jeruk selasih, temulawak, beras kencur, kunyit asem, sinom, jahe secan dan kopi jahe dalam kemasan botol.

Selain itu, dalam bentuk sirup yang bisa bertahan hingga satu bulan dengan varian rasa belimbing wuluh, rosela dan jahe sencang. Segerrrrr...

Akan semakin sempurna bila minuman segar yang menyehatkan itu dinikmati di bawah terik Matahari di Kota Surabaya dengan ditemani camilan dodol, jenang, manisan dan cokelat rasa selai herbal juga.

Nikmat bukan? Ini sisi lain dari Kota Pahlawan yang perlu dijadikan tujuan wisata sambil mengunjungi kampung-kampung produktif lainnya di Kota Surabaya.

Eitsss... jangan salah, kampung herbal itu merupakan kampung yang selalu direkomendasikan pihak Disperindag ketika ada mahasiswa asing berkunjung ke Surabaya.

"Setiap tahun selalu ada mahasiswa asing yang berkunjung ke sentra dan kampung UMKM di Surabaya dan kampung herbal adalah salah satu rekomendasi dari program kerja sama pihak kami dengan ITS Surabaya," ucap pendamping UMKM Disperindag Surbaya, Ana.

Produk sentra herbal bisa dinikmati di toko-toko kawasan Gentengcandi atau di Siola (pusat penjualan produk UMKM Surabaya), di Ruko Jembatan MERR dan beberapa mall di Surabaya.

Ingin tahu segar dan nikmatnya olahan herbal? Jangan lupa mampir Gentengcandi Surabaya yang siap menyuguhkan aneka olahan herbal bagi pengunjungnya.

Apa bedanya dengan minuman lain?

Produk unggulan di Sentra Herbal Surabaya ini adalah olahan belimbing wuluh. Karena belimbing wuluh yang melimpah di sekitar rumah warga dan belimbing wuluh yang jarang dimanfaatkan oleh daerah lain.

"Belimbing wuluh mampu kami olah menjadi minuman langsung minum, sirup, manisan, selai dan madumongso dalam sekali olahan," tutur salah satu produsen sentra herbal, Eli Wirtaningsih.

Selain belimbing wuluh dengan khas rasanya asam, belimbing wuluh mampu memberikan manfaat yang lebih seperti mengurangi risiko darah tinggi dan mengeluarkan dahak saat batuk.

Enak dan bermanfaat, begitulah yang dapat dinikmati dari Kampung Herbal Surabaya itu. Mau ?!. (*)

Editor: Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga

Generated in 0.0897 seconds memory usage: 0.61 MB