Senin, 24 April 2017

Pemkot Kediri Gelar Budaya Kerja Tingkatkan Disiplin Pegawai

id budaya kerja pemkot kediri, budaya kerja, disiplin pegawai, budaya kerja kediri, budaya kerja pns, pns kediri
"Ini kami lakukan untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Agenda ini sebagai pemicu, agar mereka semangat,"
Kediri (Antara Jatim) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengadakan kegiatan gelar budaya, memaparkan berbagai masalah serta solusi di dinas terkait, sebagai upaya meningkatkan pelayanan pada masyarakat.

"Ini kami lakukan untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Agenda ini sebagai pemicu, agar mereka semangat," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Kediri Apip Permana di Kediri, Senin.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut diikuti sebanyak tujuh kelompok budaya kerja (KBK). Masing-masing kelompok tersebut terdiri dari 10 orang. Kelompok tersebut yaitu KBK Harapan Kita dari Disperindagtamben, KBK SMAPTA dari SMAN 7, KBK Tangguh dari BPBD, KBK Semut dari Dispenda, KBK Melati dari Satpol PP, KBK Ceria dari SMAN 3, dan KBK Smeksa Bisa dari SMKN 1 Kota Kediri.

Acara itu dipelopori oleh Bagian Organsiasi Pemkot Kediri. Masing-masing kelompok diberi waktu untuk memaparkan berbagai masalah di kelompok mereka yang pernah ditangani serta solusi yang diberikan.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Mandung Sulaksono berharap dengan agenda tersebut bisa mengubah pola pikir para pegawai yang bekerja di Pemkot Kediri. Pegawai negeri sipil merupakan pekerjaan untuk melayani masyarakat, sehingga harus menciptakan pelayanan prima yang baik.

"Harus mengubah pola pikir yang dulu sebagai PNS identik priyayi menjadi PNS yang melayani," katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan agar kegiatan ini tidak hanya direalisasikan saat lomba gelar budaya kerja ini, melainkan direalisasikan terus. Diharapkan, terdapat efek positif dari kegiatan ini, dengan lebih meningkatnya disiplin pegawai serta perbaikan pada pelayanan umum.

"Setelah lomba ini harus ada efek positif di instansi masing-masing dan harus ada evaluasi sesuai tupoksi yang ada," tegasnya.

Sementara itu, Dian Ariani yang merupakan perwakilan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) Kota Kediri mengatakan pada kesempatan tersebut memaparkan tentang masalah timbangan.

Di beberapa kejadian serta survei lapangan, terjadi praktik penyalahgunaan timbangan, seperti menggunakan magnet, yang menyebabkan timbangan tidak sesuai dengan berat aslinya. Selain itu, terdapat juga timbangan yang harus diperbaiki, karena sudah rusak dan bukan karena kesengajaan.

"Ada yang menggunakan magnet, jadi timbangannya berat sebelah, tidak imbang," katanya.

Ia juga mengatakan, dinas sebenarnya juga memantau tentang timbangan, termasuk jika ada petugas dari balai kemetrologian di Kediri melakukan pemeriskaan timbangan di lapangan.

Ia berharap, dengan pemeriksaan itu, timbangan yang digunakan bisa lebih baik, sehingga baik pembeli ataupun penjual tidak akan dirugikan, karena timbangan yang tidak imbang.

Kegiatan ini dinilai langsung oleh petugas dari Provinsi Jatim. Nantinya, yang dinilai sebagai terbaik, akan mewakili kota ini, guna dilombakan ke tingkat Jatim.  (*)

Editor: Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA 2015

Baca Juga

Generated in 0.0875 seconds memory usage: 0.58 MB